Kota Tua Verona Italia 


Verona Italy barangkali tak seterkenal kota tetangganya Venezia. Namun jika kita mendengar nama  Romeo dan Juliet  disebut maka Verona akan muncul sebagai lokasi kisah romantisme mereka. Yah, meskipun berakhir tragis namun kisah cinta mereka telah mendunia berkat kepiawaian William Shakespeare sang penulis.

Verona sendiri merupakan kota tua yang sudah berdiri sejak berabad-abad silam. Rincian tepat sejarah awal Verona masih merupakan misteri. Satu teori menyebutnya sebagai suatu kota dari suku Euganei, yang terpaksa menyerahkannya kepada suku Cenomani (550 SM). 

Dengan penaklukan lembah Sungai Po, teritori Verona menjadi milik Romawi (sekitar tahun 300 SM). Verona menjadi suatu colonia Romawi pada tahun 89 SM, dan kemudian suatu municipium pada tahun 49 SM ketika warganya diatribusikan dengan suku Romawi Poblilia atau Publicia. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Verona ).

Meski Tak Setenar Kota Tetangga



Berpenduduk sekitar 265.000 jiwa,  jika dibandingkan dengan Indonesia mungkin munisipalitas Verona hanya seperti sebuah kecamatan. Sedangkan wilayah metropolitan Verona dalam area  1,426 km2 berpenduduk sebanyak  714.274 jiwa.


Meski Verona tak setenar kota tetangganya Venezia namun sudah sejak lama Verona menjadi destinasi wisata karena memiliki keunikan tersendiri. 


Memasuki kota Tua Verona ditandai oleh sebuah gerbang yang seolah-olah melempar kita ke peradaban kuno berabad lampau.


Sejarah Vernona sendiri tak bisa dipisahkan dari kejayaan Romawi meskipun kota Roma berada sangat jauh dari Verona namun pada saat itu kekuasaannya sudah mendunia. 


Termasuk peninggalan bersejerah berupa bangunan dengan struktur yang kokoh dan mampu bertahan lama.


Dengan sejarah yang panjang dan bangunan-bangunan artistik menjadikan Verona kota yang memesona. Tentu saja kekayaan budaya yang unik serta romantisme Romeo dan Juliet menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi Verona.  


Wisata Virtual Keliling Verona


wisata virtual semakin marak akhir-akhir ini akibat pandemi covid-19 yang belum juga berakhir. Wisata virtual makin diminati masyarakat yang ingin tetap bisa menikmati suasana berbeda.

Alternatif wisata aman dalam kondisi saat ini. Bisa melancong ke penjuru dunia sekaligus tidak kemana-mana.  

Kali ini saya mendapat kesempatan ikut rombongan “piknik” ke Verona. Setelah sebelumnya saya berkesempatan keliling Seoul, Korea Selatan, cerita serunya bisa baca di sini 

Pengalaman mengikuti wisata virtual saat ke seoul membuat saya bersemangat jalan-jalan ke Verona Italy.

Tentu saja wisata virtual ini bukan sekadar ” klik-klik” gambar semata atau melihat video yang diputar. Peserta didampingi seorang tour leader berpengalaman yang memberi penjelasan setiap lokasi yang disinggahi. 

Masih seperti sebelumnya jalan-jalan virtual ke Verona ini kami didampingi mbak Ira Lathief dari Wisata Kreatif Jakarta. 

Arena di Verona 



Memasuki kota Tua Verona melalui gerbang besar membuat kita merasa terlempar  ke masa lampau. Berdiri gagah sejak zaman Romawi di tengah alun-alun (Piazza) kota adalah Arena di Verona. 

Bangunan yang masih berdiri kokoh setelah berabad-abad ditempa berbagai cuaca ini pun masih digunakan untuk publik hingga sekarang. 

Dahulu bangunan koloseum ini digunakan sebagai arena bertarung para Gladiator.  Pertarungan melawan sesama gladiator ataupun melawan hewan buas diadakan di tengah-tengah arena berbentuk lingkaran. 

Saat ini Arena di Verona digunakan sebagai amphitheatre.  Beberapa seperti konser maupun pertunjukan opera diadakan di lokasi yang mampu menampung 30.000 pengunjung di masa lalu.  

Namun pengunjung yang dapat ditampung saat ini  hanya sekitar 15.000 orang saja.


Karnaval Fenomenal dan Pasta Gnocchi



Italia terkenal dengan pastanya dan Verona terkenal dengan Gnocchi. Pasta yang terbuat dari kentang dikonsumsi dengan saus krim ataupun saus tomat sesuai selera. Aslinya makanan ini sudah ada sejak zaman Romawi.

Jika saat ini kita menikmati seporsi Gnocchi bisa dibayangkan orang-orang Romawi berabad lampau pun menikmati makanan yang sama. 

Gnocchi di Verona menjadi terkenal karena ada sejarah yang melibatkan pasta kentang ini dalam memulai sebuah acara karnaval tahunan.

Karnaval meriah diadakan setiap tahun di Verona dengan Papa Gnoco sebagai maskot. 

Sejarahnya di masa lampau orang terkaya di Verona memberikan gnocchi kepada seluruh warga sebagai wujud rasa syukur berakhirnya suatu pandemi.


Karnaval di Verona berlangusng sangat meriah. Bahkan bisa menandingi pesta topeng yang juga terkenal di Venezia. 

Kedua kota yang berdekatan ini bagi wisatawan sangat menguntungkan sehingga dalam suatu perencanaan perjalanan bisa mengunjungi keduanya sekaligus.

Romansa Romeo dan Juliet




Kisah tragis percintaan Romeo dan Juliet yang berawal dari perseteruan keluarga Montague dan Capulet. Perseteruan yang sudah mendarah daging ini memanas dengan terjalinnya cinta dua insan dari kedua keluarga. 


Romeo Montague dan Juliet Capulet. Pasangan yang dimabuk cinta tak terpisahkan oleh kemarahan keluarga masing-masing. Hingga berujung tragis. 

Keputusasaan Juliet karena kasih tak sampai membuatnya bunuh diri dengan meminum racun. Romeo menemukan kekasih hatinya telah tiada. 

Dalam kedukaan dia melihat sisa racun di dekat Juliet dan langsung meneguk habis agar dapat bersatu dengan kekasih hatinya. 

Ternyata saat Romeo meregang nyawa akibat racun tersebut,  Juliet terbangun. Mereka saling mengucapkan perpisahan dengan derai air mata.

Romeo pun akhirnya meninggal dunia. Juliet yang tak lagi ingin bertahan hidup tanpa cinta memutuskan untuk mati dengan menghunuskan pisau yang tergeletak di dekatnya.

Menyedihkan saat cinta tidak dapat mengalahkan kebencian. Drama karya William Shakespeare yang melegenda dan terkenal di seluruh dunia memberi inisatif bagi pemerintah kota Verona untuk menjadikannya bagian dari budaya kota.

lokasi tempat shooting film pertama Romeo dan Juliet dijadikan obyek wisata. Ruang tidur Juliet pun diisi furniture yang berasal dari perlengkapan shooting film tersebut. 

Kebiasaan unik para pengunjung rumah Juliet yang menempelkan surat kepada Juliet telah menginspirasi sebuah film drama. Surat-surat pengunjung kepada Juliet dikumpulkan dan di balas oleh para anggota Juliet Club. 

Verona dalam Kilasan Virtual 


Jalan-jalan virtual ke Verona sungguh menyegarkan pikiran dan meringankan beban di hati. Di saat tidak bisa kemana-mana atau piknik secara nyata, jalan-jalan secara virtual ini memberi kesegaran bagi saya yang sudah telalu lama di rumah saja. 

Melihat peradaban Roma kuno di Verona dan bangunan-bangunan artistik bersejarah membuat saya semakin ingin menjelajah ke belahan dunia lain yang belum pernah dikunjungi. 

Peradaban manusia yang berbeda memperluas wawasan bahwa perbedaan adalah hal yang manusiawi. Tak perlu diperdebatkan hanya butuh dipahami dan dikembangkan toleransi agar dapat hidup berdampingan dengan indah.

Salam

Eka Murti



  





0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like