Saat ini jaringan internet adalah sebuah keniscayaan. Seluruh dunia terhubung melalui jaringan internet. Seperti sebuah dunia pararel yang bergulir bersamaan dengan dunia dimana kita hidup secara nyata. Kedua dunia tersebut saling berkelindan ketika berbagai kebutuhan hidup dikelola melalui jaringan internet, seperti transaksi perbankan.

Dua Sisi Sekeping Koin

Kebutuhan perbankan yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan mendatangi kantor cabang bank terdekat atau mesin ATM sekarang sudah bisa diselesaikan melalui gadget. Simpel dan cepat. Akan tetapi seperti sekeping koin selalu ada sisi lain yang tak terpisahkan. Kejahatan pun sudah masuk ke dalam jaringan internet. Kejahatan Siber atau Cybercrime merambah ke sektor perbankan. Bukan hanya institusi perbankan yang terancam dengan berbagai peretasan, nasabah pun kini banyak yang menjadi korban.

Keduanya tak bisa dipisahkan namun kita bisa mencegah kejahatan Siber dengan menerapkan berbagai tindakan pengamanan. 

Perilaku Nasabah Bijak 

Kejahatan Siber merambah masuk ke area privat melalui teknologi yang mempermudah aktivitas kita bertransaksi dengan berbagai cara. Namun semua kemudahan kadang kala justru melenakan, maka kita harus terus berupaya agar tidak menjadi korban kejahatan Siber. 

Perilaku Nasabah Bijak penting diterapkan dalam kebiasaan bertransaksi secara daring. Penyesalan selalu datang belakangan namun kita bisa belajar dari pengalaman orang lain bukan? Karena mencegah selalu lebih baik daripada menyesal. 

4 Poin Penting Perilaku Nasabah Bijak

Menjadi nasabah bijak adalah pilihan paling tepat untuk mencegah terjadinya kejahatan Siber. Membiasakan diri dengan perilaku memprioritaskan keamanan akan membentengi diri dari berbagai cara serangan pelaku kejahatan Siber yang kian masiv.

1. Rahasiakan Data Perbankan

Identitas diri pribadi adalah suatu hal yang harus dijaga kerahasiaannya termasuk segala data perbankan. Sebaiknya kita tidak sembarang memberikan informasi penting tersebut kepada siapapun. Catat dan simpan di tempat yang aman.

Jika ada pihak yang mengaku dari bank dan menanyakan berbagai data tersebut sebaiknya tidak perlu dijawab. Nasabah Bijak akan sangat berhati-hati dan memastikan legalitas serta otoritas penanya sebelum memberikan data-data penting tersebut.

2. Hubungi Bank Melalui Saluran Resmi

Saat mengalami kendala dalam bertransaksi langsung hubungi pihak bank melalui saluran resmi. Baik itu nomor telepon, email maupun situs Bank pastikan sudah benar. Saat ini banyak beredar nomor-nomor pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan bank seolah-olah adalah yang resmi.

Demikian pula dengan situs-situs palsu yang disebar untuk menjebak nasabah yang sedang panik dan tidak waspada. Jika meragukan lebih baik langsung saja datang ke cabang bank terdekat untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi.

Bank BRI memiliki situs resmi yang dapat diakses oleh nasabah yaitu,: https://bri.co.id selain situs tersebut maka dipastikan merupakan situs palsu.  Demikian juga nomor telepon costumer servis dan email yang bisa dihubungi.

3. Jangan Pernah Memberikan Kode OTP maupun PIN

Bertransaksi melalui internet banking tak selalu berjalan lancar, terkadang ada saja kendala seperti tidak bisa login. Agar dapat masuk kembali tentu kita akan diberikan kode OTP untuk mengubah kode sandi agar bisa login kembali. Kode OTP ini sangat rahasia dan hanya boleh diketahui oleh pemilik rekening.

Seandainya sampai ada pihak lain yang mengetahui maka bisa disalahgunakan untuk melakukan pencurian. Oleh karenanya baik kode OTP maupun nomor PIN harus dirahasiakan dari siapapun jika kita ingin rekening tetap aman.

4. Gunakan Aplikasi Internet Banking secara Bijaksana

Perilaku bertransaksi nasabah saat ini banyak yang ceroboh atau kurang waspada. Seperti saat di keramaian dengan santai melakukan transaksi internet banking. Tak waspada dengan orang-orang sekitar yang memperhatikan, sehingga saat menekan nomor PIN di gadget bisa dilihat leluasa oleh orang lain. 

Setelah selesai bertransaksi melalui internet banking jangan lupa untuk logout atau keluar dari aplikasi. Selain itu jangan simpan nomor PIN atau kode sandi masuk di gadget  Hal ini mencegah penyalahgunaan aplikasi perbankan jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti jika kehilangan telepon seluler. 

Pilihan Menjadi Nasabah Bijak Ada di Tangan Kita

Menghadapi berbagai modus kejahatan Siber yang semakin marak bank BRI pun semakin gencar memberikan edukasi keamanan bertransaksi dengan internet banking bagi seluruh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Penyuluh Digital. Saluran komunikasi yang paling efektif saat ini memang melalui jaringan internet. Jangkauan yang luas diharapkan memiliki dampak positif mengurangi kerugian nasabah akibat kejahatan Siber.

Cara yang sama seperti metode kuno dari “mulut ke mulut” melalui Penyuluh Digital informasi juga disebarkan dengan cara yang sama dalam jaringan.

Orang-orang yang terhubung dalam jaringan internet akan berkontribusi secara positif menyiarkan informasi penting kemana-mana. Sehingga setiap orang kapanpun dimanapun bisa mengakses informasi tersebut dengan mudah dan cepat.

Kerja sama semua pihak ini diharapkan dapat membangun budaya waspada nasabah dalam bertransaksi secara daring. Manfaatkan kemajuan teknologi untuk kemudahan bertransaksi sekaligus tetap waspada dan selalu menjadi nasabah bijak.

 

Salam,

Eka Murti

 

 

 

 

 

9 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like