Menjelang Nataru sebagian masyarakat sudah mempersiapkan rencana untuk berlibur. Memang akhir tahun selalu menjadi waktu favorit melakukan perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri.

Akan tetapi sejak pandemi perjalanan ke luar negeri menjadi semakin sulit. Bahan perjalanan dalam negeri pun mengalami beberapa kali pembatasan.

Wacana pembatasan menjelang Nataru yang sempat simpang siur membuat masyarakat kebingungan. Dikhawatirkan jika kebingungan ini justru menimbulkan sikap masa bodo, maka justru bisa memicu lonjakan kasus covid-19. Tentu saja hal ini tak diinginkan oleh siapapun.

Yuk, Tetap Waspada!

Meski akhirnya pembatasan perjalanan atau PPKM level 3 ditiadakan bukan berarti kita bebas berpergian dan mengabaikan protokol kesehatan.

Seperti yang dijelaskan oleh ibu Devi Roza K. Kausar, PhD, CHE. Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, SATGAS COVID-19 (Tbc) selaku narasumber pada acara talk show Ruang Publik KBR yang bertema “Cegah Lonjakan covid-19, Kawal Nataru Bersama”.

 

Waspadai 7 hal ini :

1. Moda Transportasi

Hal ini menjadi penting jika kita menggunakan transportasi publik seperti pesawat terbang, kereta api atau bus. Kondisi pertukaran udara, kebersihan dan bagaimana penerapan protokol kesehatan dilaksanakan harus menjadi perhatian utama. Pengemudi dan kru apakah sudah divaksin atau belum juga penting diketahui.

2. Tempat Tujuan Wisata

Sebelumnya jika hendak berpergian kita hanya memikirkan lokasi tujuan wisata saja. Apa saja yang menarik di sana bagaimana akses ke lokasi dan sebagainya.

Sekarang kewaspadaan menjadi berlipat ganda. Kita harus melihat apakah tempat yang kita tuju melakukan pembatasan pengunjung atau tidak. Apakah pengelola dan para pengunjung taat protokol kesehatan? Jangan sampai keinginan berwisata justru menjadi media penyebaran virus.

3. Kondisi Kesehatan Pelaku Perjalanan

Tentu saja kondisi pelaku perjalanan penting diketahui. Oleh karenanya melakukan tes swab sebelumnya dan tes kesehatan lainnya mutlak dilakukan. Jika memang tidak dalam kondisi fit sebaiknya tidak melakukan perjalanan sementara waktu . Kekebalan tubuh yang maksimal diperlukan dalam situasi seperti ini.

4. Orang-orang yang Dijumpai Selama Perjalanan

Selama dalam perjalanan siapa saja yang kita jumpai? Terkadang kita bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Pastikan kita mengetahui riwayat mereka. Baik riwayat kesehatan maupun riwayat perjalanan. Mungkin saja mereka baru datang dari negara yang saat ini diwaspadai mulai berkembang virus varian omicron. Meski mereka tampak sehat lebih baik kita menjaga jarak demi keamanan diri sendiri.

5. Saat Makan di Luar

Saat melakukan perjalanan ada kalanya kita tidak bisa menghindari makan di ruang publik seperti restoran atau bahkan dalam mode transportasi seperti pesawat dan kereta api. Menurut bapak Ahmad Arif saat-saat seperti inilah yang paling rentan terhadap paparan virus. Memang sebaiknya kita hindari namun jika tidak bisa harus benar-benar berhati-hati saat membuka masker. Pastikan tangan kita bersih. Peralatan makan higienis.

 

6. Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar dimana kita akan menetap pun harus menjadi perhatian. Apakah akan tinggal di hotel atau di rumah kerabat. Bagaimana sanitasi dan perputaran udaranya.

Saat ini penting mengetahui kondisi aliran udara yang sehat menjaga kesegaran dan menjauhkan virus.

7. Penggunaan Masker

Mengapa penggunaan masker juga perlu diwaspadai? Banyak orang hanya menggunakan masker agar tidak melanggar peraturan. Tetapi cara pakai yang salah dan tidak memperhatikan kebersihan masker justru membuat fungsi masker menjadi sia-sia.

Saat ini industri pariwisata tengah berjuang untuk bangkit. Dengan terus mentaati protokol kesehatan diharapkan para wisatawan yang datang akan merasa nyaman dan sama-sama mengawal agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19 seperti beberapa waktu lalu.

Jika memilih untuk tetap melakukan perjalanan sebaiknya sudah divaksin dan memakai masker dengan benar. Lalu, waspadai 7 hal penting di atas agar kita terhindar dari virus ini.

Bersama kita kawal Nataru dengan menjaga diri sendiri, keluarga dan terus saling mengingatkan untuk selalu taat protokol kesehatan.

 

Salam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 Shares:
14 comments
  1. yesss, di masa pandemi gini harus ekstra hati-hati dan mawas diri yaa mba. harus patuh prokes, vaksin, sadar diri juga sama kondisi kesehatan, jangan sampe maksa pergi2 atau berkegiatan saat sakit

  2. Setuju sama tips liburannya. Walaupun sudah vaksin, aku dan keluarga ga asal jalan-jalan. Milih tempat yang ga rame pengunjung dan peralatan bawa sendiri. Rempong sii.. kalo ga mau rempong ya ga kemana-mana ya, Hehehe

  3. Nataru Kali ini terpaksa dihabiskan di rumah sakit mbak, adikku stroke dan butuh perawatan intensif. Ini aja aku tulis komentar dari balik jendela ICU

    Selamat vacation ya mbak, semoga tahun depan semakin baik aamiiin

  4. aku di natal dan tahun baru ini ada rencana keluar kota tidak jauh sih ke bandung saja. point nomor 4, nah aku tuh kadang bablas ngobrol dengan orang baru . memang kudu di rem ya, supaya lebih safety

  5. Sejak dulu saya gak terlalu suka jalan-jalan di saat peak season, termasuk nataru. Males menghadapi keramaian. Makanya biasanya lebih memilih di rumah. Tetapi, buat yang tetap ingin jalan-jalan memang penting banget mengetahui poin-poin ini. Biar gak hanya nyaman saat traveling. Tetapi, juga nyaman dan selamat. Biar pandemi juga bisa lekas berlalu

  6. Kalau gak penting, liburan nataru di rumah AJA. Siapin kegiatan seru bareng keluarga.
    Kepikiran mau Naik transport umum pastinya ramai trus udah ga berjarak duduknya. Yah udah lah liburAN di rumah juga asik.
    *Btw kenapa ini capslock semua yak

  7. Semoga di MOMEN libur natal dan tahun baru ini tidak terjadi lonjakan kasus COVID lagi, kita harus selalu taat PROKES di mana pun dan kapan pun, dan jika tidak terlalu penting, tetap di rumah aja dulu.

  8. Kalau bisa, bisa ditahan dulu berpergiannya. Tapi kalo urgent banget, memang sebaiknya kita memperhatikan hal hal yang mba share ya. Makasih ya mba sudah diingatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like